Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Peran Guru Wali SMP Tahun 2026 di Aula Bapperida Lantai 2, Senin (2/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti 415 peserta yang terdiri atas pengawas, kepala sekolah, dan guru wali dari seluruh SMP se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, Gusti Rosyadi Elmi, menegaskan pendidikan karakter menjadi prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah. Ia menilai rakor ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan komitmen dalam membentuk generasi unggul secara akademik, berakhlak mulia, dan berintegritas kuat.
“Guru wali bukan sekadar penanggung jawab administrasi kelas, tetapi figur pendamping dan orang tua kedua,” tegasnya.
Menurutnya, peserta didik jenjang SMP berada pada fase transisi penting dalam pencarian jati diri. Pada masa tersebut, perhatian dan pendampingan guru wali sangat menentukan pembentukan pola pikir serta karakter siswa.
Ia menambahkan, karakter tidak dibentuk secara instan, melainkan melalui proses konsisten dan berkelanjutan. Karena itu, diperlukan keseragaman langkah dalam memperkuat peran guru wali di seluruh SMP se-HST.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, menjelaskan rakor bertujuan menyamakan visi dalam penguatan karakter murid. Guru wali diharapkan menjadi garda terdepan dalam membentuk siswa yang cerdas dan tangguh berlandaskan nilai luhur.
Ia menyebut kegiatan dibagi dalam empat angkatan mengingat keterbatasan kapasitas tempat. Pada angkatan pertama, sebanyak 110 peserta mengikuti kegiatan yang terdiri dari lima pengawas, delapan kepala sekolah, dan 97 guru wali.
Melalui rakor ini, pemerintah daerah berharap peran guru wali semakin optimal dalam mendampingi peserta didik, sehingga mampu melahirkan generasi berakhlak mulia dan berdaya saing menghadapi tantangan masa depan.









