Bangga! HST Catat Nilai 61,84 dan Dapat Motor Sampah dari Kementerian LH

Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) masuk dalam 22 kabupaten terpilih nasional yang meraih Sertifikat Kabupaten Menuju Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati HST, Samsul Rizal, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Sertifikat diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengelolaan sampah di daerah. Dalam penilaian tersebut, HST mencatat nilai kinerja 61,84 dan dinilai memenuhi kriteria sebagai kabupaten yang menuju sistem pengelolaan sampah lebih bersih dan berkelanjutan.

Selain sertifikat, Bupati Samsul Rizal juga menerima secara simbolis tiga unit motor sampah sebagai dukungan operasional dan apresiasi atas praktik baik yang telah dijalankan pemerintah daerah.

Samsul Rizal mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait, hingga partisipasi aktif masyarakat.

“Kita akan terus berupaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi yang semakin kuat diperlukan agar volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat terus ditekan. Pemerintah Kabupaten HST juga berkomitmen menggencarkan program #HST_NoPlastic dan Zero Waste sebagai solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah.

Sementara itu, Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan Rakornas tahun ini mengusung tema Kolaborasi untuk Indonesia ASRI. Ia menegaskan forum tersebut bertujuan mendorong percepatan penyelesaian persoalan sampah secara masif dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, saat ini sebanyak 34 persen TPA di Indonesia telah meninggalkan praktik open dumping. Namun sekitar 66 persen lainnya masih perlu bertransformasi menuju sistem controlled landfill dan sanitary landfill.

Transformasi tersebut dinilai penting untuk mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara secara signifikan. Selain itu, sistem tersebut memungkinkan pengendalian lindi serta gas metana dilakukan secara lebih aman dan terukur.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar