Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela, yang dinilai berisiko menciptakan preseden buruk dalam tatanan hubungan internasional.
Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri yang disampaikan melalui media sosial X, Senin (5/1/2026), Indonesia menegaskan bahwa langkah agresif tersebut berpotensi mengancam stabilitas kawasan serta melemahkan prinsip fundamental kedaulatan negara dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan terus memantau secara saksama perkembangan situasi di Venezuela yang semakin mencekam. Pemerintah Indonesia menekankan keprihatinan atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, karena dapat berdampak luas terhadap perdamaian regional dan global.
Indonesia juga menegaskan kembali pentingnya penghormatan terhadap hak dan kehendak rakyat Venezuela untuk menentukan masa depan bangsa mereka secara mandiri tanpa intervensi pihak asing. Dalam konteks tersebut, Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk mengedepankan dialog dan menahan diri dari tindakan provokatif yang dapat memperburuk keadaan.
Selain itu, Indonesia mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum humaniter internasional. Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas utama di tengah situasi yang terus bereskalasi.
Serangan militer tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu dini hari waktu setempat dan mengguncang Venezuela dengan ledakan di sejumlah instalasi sipil dan militer. Insiden ini mendorong pemerintah Venezuela menetapkan status keadaan darurat nasional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian mengonfirmasi serangan tersebut dan mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya. Keduanya disebut dibawa ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan terkait narkoba dan terorisme.
Pasca insiden itu, Mahkamah Agung Venezuela menginstruksikan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk mengambil alih jabatan sebagai presiden sementara. Keputusan tersebut menambah dinamika krisis politik dan keamanan yang tengah berlangsung di negara Amerika Selatan tersebut.
Sumber : Infopublik.id









