BATULICIN, PeloporKalimantan.com – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif memimpin langsung prosesi penghormatan terakhir korban kecelakaan helikopter di Kecamatan Mantewe, sekaligus memastikan seluruh proses evakuasi berjalan lancar hingga jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin, Rabu (3/9/2025).
Operasi evakuasi dilakukan Tim SAR gabungan sejak pukul 06.00 hingga 22.00 WITA dengan durasi lebih dari 16 jam. Medan ekstrem berupa hutan lebat, lereng gunung, dan jalur terjal membuat tim harus menggunakan sistem lansir bergantian untuk membawa korban keluar dari lokasi kecelakaan.
Setelah seluruh jenazah berhasil dievakuasi, jasad dipindahkan ke ambulans milik Pemkab Tanah Bumbu di jalur poros Batulicin–Kandangan kilometer 81. Konvoi ambulans dipimpin langsung Bupati Andi Rudi Latif dengan pengawalan aparat kepolisian.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, kami menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Kami juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat, yang telah bekerja tanpa mengenal lelah dalam misi kemanusiaan ini,” ungkap Bupati.
Korban yang berhasil dievakuasi antara lain Capten Haryanto Tahir, Hendra Darmawan, Yudi Febrian Rahman, Andys Rissa Pasulu, Iboy Irfan Rosa, Mark Werren, Pereira Quinto, dan Santha Kumar. Tiga di antaranya merupakan warga negara asing.
Sementara itu, dari lokasi kejadian hanya black box helikopter yang berhasil diamankan. Bangkai helikopter dengan registrasi PK-RGH milik operator Eastindo ditinggalkan karena kondisi medan sulit.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Yudhy Bramantyo, menegaskan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Kami berharap hasil investigasi dapat segera diketahui untuk kepentingan keselamatan penerbangan di masa mendatang,” ujarnya.
Bramantyo juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemkab Tanah Bumbu, khususnya Bupati beserta jajaran, sehingga operasi kemanusiaan ini dapat berjalan dengan baik dan tuntas.









