Food Estate Wanam Mulai Panen, Sinergi Pemerintah dan Haji Isam Berbuah Hasil

Nasional, Peloporkalimantan – Program lumbung pangan nasional yang dikembangkan pemerintah di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mulai menunjukkan hasil. Kawasan yang sebelumnya berupa hamparan rawa kini berhasil melaksanakan panen padi perdana sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Pengembangan food estate Wanam merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Sejak awal masa kepemimpinannya, Presiden menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama agar Indonesia tidak bergantung pada impor bahan pangan.

Proyek ini dijalankan melalui sinergi antara pemerintah dan pihak swasta, salah satunya melibatkan Jhonlin Group yang dipimpin Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Wanam ditetapkan sebagai kawasan lumbung pangan baru dengan target pengembangan lahan pertanian dalam skala luas.

Pengembangan kawasan tersebut menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi lahan rawa dengan tingkat keasaman tinggi, keterbatasan infrastruktur, hingga letak geografis yang terpencil. Meski demikian, pembangunan tetap berjalan bertahap, meliputi pembukaan lahan, pembangunan sistem irigasi, serta penyediaan akses jalan dan pelabuhan pendukung.

Haji Isam menyatakan keterlibatannya dalam proyek ini didorong oleh komitmen mendukung program strategis pemerintah. Ia menegaskan fokus utama adalah memastikan gagasan swasembada pangan Presiden Prabowo dapat terwujud.

Hasil awal mulai terlihat pada 16 Mei 2025, saat panen padi perdana berhasil dilakukan dengan produktivitas rata-rata mencapai 2,8 ton per hektare. Meski belum menyamai produktivitas sawah di Pulau Jawa, capaian tersebut dinilai sebagai langkah awal yang signifikan bagi pengembangan pertanian di Papua Selatan.

Keberhasilan panen disambut positif oleh masyarakat setempat. Kepala Kampung Wanam, Petrus Kahol, menyatakan bahwa panen tersebut menjadi bukti bahwa wilayah Wanam memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra pertanian, khususnya padi.

Sementara itu, Komandan Satgas Bawah Kendali Operasi Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa hasil survei menunjukkan tanah dan sumber air di Wanam memiliki potensi pertanian yang menjanjikan. Penanaman tahap awal bahkan dilakukan tanpa pupuk kimia dan teknologi berat.

Ke depan, produktivitas lahan ditargetkan meningkat melalui penerapan teknologi pertanian modern serta penyempurnaan sistem irigasi. Pembangunan infrastruktur pendukung juga terus dikebut, termasuk Dermaga Jetty Multipurpose di Kampung Wanam yang ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2026 untuk mendukung distribusi logistik dan sarana produksi pertanian.

Pemerintah menegaskan proyek lumbung pangan Wanam masuk dalam Proyek Strategis Nasional sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan. Jhonlin Group ditunjuk karena dinilai memiliki kapabilitas dan pengalaman dalam proyek berskala besar.

Selain mendukung ketahanan pangan nasional, proyek ini juga berdampak pada perekonomian lokal dengan membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat, termasuk melibatkan tenaga kerja asli Papua.

Dengan berbagai capaian tersebut, lumbung pangan Wanam diharapkan menjadi fondasi baru bagi ketahanan pangan Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Papua Selatan. Dari lahan rawa yang sebelumnya tidak produktif, kini tumbuh harapan besar menuju swasembada pangan nasional.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar