Bupati Kotabaru Resmikan RSUD Sengayam, Layanan Kesehatan Pamukan Barat Diperkuat

Kotabaru, Peloporkalimantan – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sengayam resmi beroperasi untuk melayani masyarakat, khususnya di Kecamatan Pamukan Barat, Kabupaten Kotabaru. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah perbatasan Kalimantan Selatan dengan Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Peresmian RSUD Sengayam dilakukan langsung oleh Bupati Kotabaru Muhammad Rusli, Jumat (6/2/2026). Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, jajaran asisten, kepala SKPD, Ketua DPRD Kotabaru, unsur Forkopimcam, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Rusli menegaskan bahwa keberadaan RSUD Sengayam tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Dengan gedung baru ini, saya berharap pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik, nyaman, dan mudah diakses. Saya meminta seluruh jajaran RSUD Sengayam untuk bekerja profesional, cepat, dan humanis dalam melayani masyarakat,” ujar Rusli.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan rumah sakit tersebut, mulai dari tahap perencanaan hingga pengawasan, serta berharap keberadaan RSUD Sengayam dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru Erwin Simanjuntak didampingi Direktur RSUD Sengayam dr. Lita Susanti menjelaskan bahwa pembangunan RSUD Sengayam dilakukan secara bertahap. Pembangunan dimulai pada 5 Mei 2025 dan rampung pada 30 Desember 2025.

Pembangunan rumah sakit ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 dengan total anggaran lebih dari Rp39 miliar. Pada tahap kedua, pembangunan mencakup empat gedung utama, yakni gedung rawat inap kelas 1 dan kelas 2, ruang manajemen, serta instalasi bedah sentral.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk meningkatkan kapasitas dan mutu pelayanan, khususnya layanan rawat inap dan tindakan bedah, serta menjamin keselamatan pasien.

Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Sengayam telah diperkuat dengan 160 tenaga kesehatan, terdiri atas 14 tenaga medis dan 148 tenaga kesehatan lainnya. Tenaga medis meliputi dokter umum, dokter gigi, serta dokter spesialis, di antaranya spesialis penyakit dalam, anak, obstetri dan ginekologi, anestesi, bedah, dan patologi klinik.

Selain itu, tersedia tenaga keperawatan, kebidanan, kefarmasian, laboratorium, radiologi, gizi, kesehatan lingkungan, serta tenaga penunjang lainnya.

Erwin Simanjuntak menambahkan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit, RSUD Sengayam telah memenuhi persyaratan dasar untuk peningkatan status.

“Melihat fasilitas, sarana prasarana, dan ketersediaan tenaga medis, RSUD Sengayam sudah memenuhi persyaratan untuk ditingkatkan statusnya dari rumah sakit tipe D menjadi rumah sakit tipe C,” ujarnya.

Dengan mulai beroperasinya RSUD Sengayam, masyarakat Pamukan Barat dan wilayah sekitarnya kini memiliki akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan lengkap, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta memperkuat pelayanan kesehatan di daerah perbatasan.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar