Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Rangkaian aksi sosial donor darah yang digelar dalam perhelatan Festival Pemuda Menyala 2026 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sukses mencatatkan capaian positif. Kegiatan kemanusiaan yang berlangsung selama lima hari tersebut berhasil menghimpun sebanyak 180 kantong darah dari antusiasme masyarakat serta pengunjung festival.
Aksi sosial ini digagas oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten HST bersama DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) HST, yang bekerja sama dengan Unit Pengelola Darah (UPD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Damanhuri Barabai.
Kepala UPD RSUD H. Damanhuri Barabai, Fatimah, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian warga dan generasi muda yang secara sukarela mendonorkan darahnya untuk membantu sesama.
“Alhamdulillah, kegiatan donor darah disambut sangat antusias oleh pengunjung dan masyarakat luas. Selama lima hari pelaksanaan, kami berhasil menghimpun total 180 kantong darah,” ujar Fatimah, Selasa (3/11/2026).
Layanan Terintegrasi dan Penguatan Stok Darah Daerah
Fatimah menjelaskan bahwa stan donor darah—yang juga didukung Dinas Kesehatan Kabupaten HST—beroperasi penuh mulai 29 Oktober hingga 4 November 2026. Guna memberikan kenyamanan bagi para pendonor, pelayanan dibagi ke dalam dua sesi waktu (shift), yakni pukul 16.00–18.30 WITA dan 19.00–21.30 WITA, dengan mengerahkan lima petugas medis UPD di setiap shiftnya.
Dari pelaksanaan aksi sosial ini, rata-rata terkumpul 36 kantong darah setiap harinya yang mencakup seluruh golongan darah (A, B, O, dan AB). Seluruh pasokan darah yang terhimpun langsung disalurkan untuk memperkuat ketersediaan stok darah di RSUD H. Damanhuri Barabai guna menunjang kebutuhan medis serta transfusi pasien emergency.
“Ketersediaan stok ini sangat vital dalam mendukung penanganan medis pasien di rumah sakit. Kegiatan ini membuktikan bahwa Festival Pemuda Menyala tidak sekadar menjadi ajang hiburan, melainkan wadah nyata dalam memupuk jiwa kepedulian dan solidaritas sosial masyarakat,” pungkas Fatimah.








