Apresiasi Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, Kelurahan Guntung Paikat Salurkan Bansos Sembako dari Hasil Olah Sampah

Banjarbaru, Peloporkalimantan – Pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat di Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, berhasil mencuri perhatian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pengolahan limbah yang dijalankan secara konsisten ini membuktikan bahwa sampah tidak sekadar isu lingkungan, melainkan dapat ditransformasikan menjadi peluang ekonomi dan aksi kepedulian sosial.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Dirjen Bina Pemdes) Kemendagri, Dr. Bernhard E. Rondonuwu, saat melakukan kunjungan kerja lapangan di Kelurahan Guntung Paikat yang dipimpin Lurah Reza Pahlevi, Kamis (29/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kemendagri meninjau tiga inovasi unggulan pengelolaan sampah rumah tangga yang dikembangkan secara mandiri oleh pihak kelurahan bersama masyarakat setempat, yakni Eco-Enzyme, LOSIDA (Lodong Sisa Dapur), dan GAPAI BERKAH (Guntung Paikat Bersedekah Sampah).

Dirjen Bina Pemdes Kemendagri, Dr. Bernhard E. Rondonuwu, mengutarakan kekagumannya atas keberhasilan Kelurahan Guntung Paikat dalam mengintegrasikan aspek pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Apa yang dilakukan Kelurahan Guntung Paikat merupakan best practice yang sangat inspiratif dan patut direplikasi oleh desa maupun kelurahan lain di Indonesia. Pengelolaan sampah tidak hanya mengedukasi masyarakat menjaga kebersihan, tetapi juga berhasil membangun solidaritas sosial untuk membantu sesama,” puji Bernhard di sela peninjauan.

Konversi Sampah Plastik Jadi Paket Sembako

Dari ketiga program yang dijalankan, inovasi GAPAI BERKAH menjadi terobosan yang menyentuh dimensi sosial paling kuat. Melalui gerakan ini, warga diajak menyedekahkan botol dan aneka sampah plastik bernilai jual melalui kotak penampungan khusus di area kantor kelurahan.

Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang dan dijual ke pengepul. Hasil penjualan komoditas limbah plastik tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk dibelikan paket sembako yang disalurkan secara berkala kepada warga kurang mampu.

Sementara itu, dua inovasi pendukung lainnya berfokus pada reduksi limbah rumah tangga sejak dari dapur:

  • Eco-Enzyme: Mengolah limbah organik kulit buah melalui proses fermentasi tiga bulan untuk menghasilkan cairan pembersih serbaguna ramah lingkungan.

  • LOSIDA (Lodong Sisa Dapur): Metode pengomposan sisa makanan di dalam wadah pipa/lodong khusus di pekarangan rumah untuk dijadikan pupuk organik penyubur tanaman.

Melalui keberhasilan penerapan tiga inovasi ini, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Kelurahan Guntung Paikat membuktikan bahwa gerakan pilah sampah sederhana yang konsisten mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan nilai solidaritas warga di Kota Idaman.

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment