Sukses Raih Penghargaan Nasional, Pemkab Hulu Sungai Tengah Pastikan Program Perumahan Rakyat Berlanjut hingga 2027

Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus menggenjot percepatan penyediaan hunian layak bagi masyarakat melalui komitmen ambisius program pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah setiap tahunnya. Untuk merealisasikan target tersebut pada tahun 2026, pemda mengandalkan kombinasi pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten HST, Sa’dianoor, memaparkan bahwa porsi terbesar pembiayaan program ini bersumber secara mandiri dari APBD 2026.

“Harapannya program 1.000 rumah ini tetap terlaksana sesuai komitmen Bupati. Dari pusat dan provinsi sekitar 326 unit, kemudian kita siapkan 700 unit melalui APBD,” ungkap Sa’dianoor, Sabtu (5/9/2026).

Bantuan dari tingkat supra-lokal tersebut merupakan hasil buah dari usulan taktis yang diajukan Pemkab HST kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman pada akhir 2025 lalu. Setelah melalui serangkaian proses verifikasi ketat, pemerintah pusat menetapkan daftar warga yang benar-benar memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.

Dari alokasi 326 unit bantuan pusat dan provinsi tersebut, sekitar 200 unit diantaranya telah tuntas dikerjakan dan diserahkan kepada warga. Sementara sisanya yang berjumlah sekitar 126 unit saat ini tengah menunggu proses realisasi lanjutan.

Di balik progres positif tersebut, pelaksanaan program di lapangan kerap menemui tantangan geografis yang cukup menantang. Sebagai contoh di Desa Muara Hungi, alokasi 20 unit rumah sempat terkendala akses infrastruktur jalan yang sulit dijangkau armada truk pengangkut material. Kendati demikian, kendala ini berhasil diatasi berkat tingginya semangat gotong royong warga yang bahu-membahu memanggul bahan bangunan menggunakan sepeda motor menuju titik lokasi.

Dalam aspek teknis pengerjaan, Sa’dianoor memperkirakan proses rehabilitasi atau pembangunan satu unit rumah dapat dirampungkan dalam waktu kurang lebih satu bulan, sangat bergantung pada ketersediaan material serta kelancaran pasokan tenaga tukang.

Selain bermuara pada peningkatan kualitas hidup dan penyediaan tempat tinggal yang representatif, program bedah rumah ini dirancang untuk memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Keterlibatan tenaga tukang setempat diyakini mampu membuka lapangan pekerjaan baru tanpa harus memaksa warga merantau ke luar daerah, sementara pengadaan material bangunan turut menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.

“Harapannya para tukang tidak perlu pergi mencari pekerjaan ke tempat lain. Kemudian ekonomi juga ikut berputar,” kata Sa’dianoor.

Menatap proyeksi ke depan, Pemkab HST memastikan kesinambungan program kerakyatan ini tidak akan berhenti di tahun 2026. Pemerintah daerah telah mematok target serupa untuk tahun anggaran 2027, di mana pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah akan kembali digelontorkan sepenuhnya melalui pembiayaan APBD.

Konsistensi dan kerja keras Pemkab HST dalam mengentaskan kawasan permukiman kumuh serta menyediakan hunian layak ini sebelumnya juga telah mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kabupaten HST sukses menyabet penghargaan sebagai Terbaik III Tingkat Kabupaten dalam ajang Program 3 Juta Rumah. Penghargaan bergengsi dari Kementerian Dalam Negeri tersebut diterima langsung oleh Bupati HST Samsul Rizal dalam perhelatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan.

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment