Prioritaskan Keselamatan Warga, Kolaborasi BPBD dan PLN Paringin Perkuat Penanganan Cepat di Lapangan

Balangan, Peloporkalimantan – Upaya memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di daerah terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kabupaten Balangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan secara resmi menggandeng PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Paringin melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait penanggulangan bencana dan pemenuhan kebutuhan listrik darurat, Selasa (15/9/2026).

Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Kantor PLN ULP Paringin ini menjadi landasan formal untuk mempererat koordinasi lintas instansi yang selama ini telah terjalin baik di lapangan. Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, mengungkapkan bahwa sinergi erat tersebut telah teruji dalam penanganan berbagai insiden darurat, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap berdampak langsung pada instalasi jaringan listrik warga.

“Selama lebih dari satu tahun ini kerja sama kita sudah sangat erat dan saling mendukung, baik informasi layanan kedaruratan, informasi jaringan PLN yang terdampak bencana, maupun penanganan di lapangan saat banjir, longsor, hingga karhutla yang berdampak pada instalasi listrik masyarakat,” ujar Rahmi.

Melalui pengukuhan kerja sama ini, koordinasi penanganan terutama dalam hal pemadaman darurat dan sterilisasi jaringan listrik saat bencana diharapkan dapat bergerak lebih cepat. Langkah preventif tersebut dinilai krusial guna menekan risiko jatuhnya korban jiwa akibat sengatan arus listrik di lokasi kejadian. Terlebih, kolaborasi antara BPBD dan PLN ULP Paringin ini tercatat sebagai yang pertama di wilayah Banua Anam, sehingga diharapkan mampu menjadi role model bagi daerah lain.

Sementara itu, Kepala PLN ULP Paringin, Muhammad Nofarin, menyambut baik langkah strategis tersebut. Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan ketenagalistrikan merupakan prioritas utama tatkala wilayah kerjanya dilanda musibah seperti banjir, kebakaran, maupun longsor.

“Harapan kami dengan adanya kerja sama ini komunikasi dan koordinasi semakin lancar. Fokus kami ketika terjadi bencana adalah mengantisipasi potensi bahaya kelistrikan. Kami perlu melakukan percepatan pengamanan agar tidak terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh listrik,” kata Nofarin.

Melalui sinergi terpadu ini, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat koordinasi secara menyeluruh yang mencakup fase pencegahan, respons darurat di lapangan, hingga pemulihan pascabencana demi menjamin keselamatan masyarakat serta keberlangsungan layanan publik di Kabupaten Balangan.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment