Half Marathon Warnai Tanbu Beraksi Run 2026, Target Peserta Naik Dua Kali Lipat

PeloporKalimantan.com, BATULICIN – Tanbu Beraksi Run (TBR) kembali hadir pada 2026 dengan skala yang lebih besar. Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, ajang lari yang akan digelar pada Minggu, 29 November 2026 ini menargetkan 3.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Setelah pada 2025 diikuti sekitar 1.450 pelari, tahun ini TBR menghadirkan tantangan baru dengan membuka kategori Half Marathon (21K). Kategori tersebut melengkapi nomor 10K dan 5K yang sebelumnya telah dipertandingkan.

Mengusung tema “Energy of The Coast”, Tanbu Beraksi Run 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi lari, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi Tanah Bumbu melalui sport tourism.

Perwakilan panitia Tanbu Beraksi Run 2026, dr. Fadly Wirawan, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dipersiapkan dengan sejumlah peningkatan, mulai dari kategori lomba, pengamanan rute, sistem pencatatan waktu hingga dukungan layanan medis.

“Dengan berdatangannya para pelari, terutama dari luar Tanah Bumbu, kami berharap dapat meningkatkan perekonomian daerah,” ujar Fadly, Rabu (12/8/2026).

Rute lomba direncanakan tetap menggunakan kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di Gunung Tinggi. Kawasan tersebut dinilai memiliki ruas jalan yang memadai untuk mendukung pengaturan lalu lintas dan sterilisasi lintasan selama perlombaan.

Selain faktor keamanan dan kenyamanan, kawasan Gunung Tinggi menawarkan karakter rute dan pemandangan yang diharapkan memberikan pengalaman tersendiri bagi pelari, khususnya peserta yang datang dari luar Tanah Bumbu.

Kehadiran ribuan peserta juga diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi daerah. Para pelari dan pendamping yang datang tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga berkesempatan mengenal destinasi wisata, kuliner, serta potensi lokal Tanah Bumbu.

Dengan target peserta yang meningkat menjadi 3.000 orang, aspek kesehatan dan keselamatan menjadi salah satu perhatian panitia.

Peserta akan diminta memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan pada saat registrasi, termasuk riwayat penyakit dan penggunaan obat-obatan tertentu. Pemeriksaan kesehatan juga akan disiapkan menjelang perlombaan.

Peserta yang memiliki risiko kesehatan tertentu dapat diberikan penanda khusus pada nomor dada sebagai informasi bagi tim medis selama perlombaan.

Panitia juga menyiapkan water station, ambulans, serta tenaga medis di sejumlah titik sepanjang rute dengan jarak layanan yang direncanakan sekitar 2,5 kilometer.

Selain tim medis statis, running doctor akan diterjunkan untuk ikut berlari bersama peserta. Menurut Fadly, sebanyak lima dokter akan disiapkan pada masing-masing kategori untuk membantu memberikan respons awal apabila ditemukan peserta yang membutuhkan pertolongan medis di lintasan.

Dari sisi kompetisi, Tanbu Beraksi Run 2026 menerapkan sistem pencatatan waktu menggunakan chip time yang terpasang pada BIB peserta.

Sejumlah titik pencatatan atau checkpoint akan ditempatkan di sepanjang rute. Sistem tersebut digunakan untuk memastikan peserta melewati lintasan yang telah ditentukan sekaligus mendukung proses verifikasi hasil lomba.

Setelah peserta mencapai garis finis, tim race management bersama juri PASI Tanah Bumbu akan melakukan verifikasi dengan mencocokkan BIB, data pendaftaran, serta identitas peserta.

Ketua Umum KONI Tanah Bumbu, Adi Haidir Putra, mengatakan pengawasan juga akan diperkuat menggunakan CCTV di sejumlah titik lintasan.

“Kalau ada peserta yang memotong jalur, secara sistem akan terdeteksi karena dia tidak melewati checkpoint yang ditentukan,” kata Adi.

BIB peserta bersifat pribadi dan tidak dapat dipindahtangankan. Peserta yang terbukti menggunakan BIB milik orang lain, memotong rute, maupun melakukan pelanggaran terhadap peraturan lomba dapat dikenakan diskualifikasi.

Tanbu Beraksi Run 2026 mempertandingkan kategori putra dan putri. Untuk Half Marathon dan 10K, kelas yang tersedia terdiri atas Nasional usia 18–39 tahun dan Master usia 40–60 tahun.

Sementara 5K terdiri atas Pelajar usia 13–17 tahun, Nasional usia 18–39 tahun, dan Master usia 40–60 tahun.

Pendaftaran akan dibuka pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 16.00 WITA melalui situs resmi Tanbu Beraksi Run.

Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp475 ribu untuk Half Marathon, Rp325 ribu untuk 10K, Rp250 ribu untuk 5K, dan Rp200 ribu untuk kategori Pelajar.

Peserta akan mendapatkan fasilitas berupa race tee, BIB, chip time, welcome kit sponsor, e-sertifikat, medali, dan refreshment. Khusus peserta Half Marathon yang memenuhi ketentuan sebagai finisher juga akan mendapatkan finisher tee.

Persaingan menuju podium juga dipastikan semakin menarik. Panitia menyediakan hadiah bagi lima pelari terbaik pada masing-masing kategori putra dan putri.

Untuk Half Marathon Nasional, hadiah podium pertama hingga kelima masing-masing sebesar Rp10 juta, Rp8,5 juta, Rp7 juta, Rp5,5 juta, dan Rp4 juta. Sedangkan Half Marathon Master menyediakan hadiah masing-masing Rp7 juta, Rp6 juta, Rp5 juta, Rp4 juta, dan Rp3 juta.

Pada 10K Nasional, juara pertama mendapatkan Rp6 juta, disusul Rp5 juta untuk posisi kedua, Rp4 juta posisi ketiga, Rp3 juta posisi keempat, dan Rp2 juta posisi kelima.

Dengan peningkatan jumlah peserta, hadirnya Half Marathon, penguatan aspek keselamatan serta sistem perlombaan, Tanbu Beraksi Run 2026 diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu agenda olahraga di Kalimantan Selatan sekaligus membuka ruang lebih luas bagi promosi pariwisata dan pergerakan ekonomi lokal.

Tanbu Beraksi Run 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi KONI Kabupaten Tanah Bumbu dan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar