Nasional, Peloporkalimantan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan penguatan integritas Pasar Modal sebagai prioritas utama dalam memacu transformasi ekonomi nasional. Langkah strategis ini diarahkan untuk menciptakan ekosistem pasar keuangan yang semakin transparan, efisien, terpercaya, dan adaptif terhadap inovasi digital.
Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, pada Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di Jakarta, Senin (10/8/2026). Hadir dalam kesempatan itu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung.
Dalam momentum HUT ke-49 tersebut, OJK secara resmi meluncurkan Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai instrumen investasi terbaru di bursa saham. Produk ini dihadirkan untuk memperluas diversifikasi portofolio investor melalui akses investasi yang aman, praktis, likuid, dan berprinsip syariah.
Langkah reformasi yang konsisten memicu pertumbuhan positif pada jumlah investor pasar modal Indonesia. Hingga awal Agustus 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) menembus angka 30,27 juta investor, di mana 78 persen di antaranya didominasi oleh generasi muda berusia bawah 40 tahun.
Dari sisi penghimpunan dana, nilai transaksi korporasi mencapai Rp123,21 triliun dengan total emiten melampaui 962 perusahaan. Selain itu, kinerja dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) industri reksa dana mencatatkan angka yang solid hingga menyentuh Rp1.026 triliun.
Pemerintah memberikan apresiasi tinggi atas langkah percepatan dan penguatan tata kelola yang dijalankan OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO). Keberhasilan mempertahankan status Indonesia dalam Emerging Market versi MSCI turut mempertegas tingginya kepercayaan pasar internasional terhadap iklim investasi nasional.
Sumber : Infopublik.id








