Tanah Bumbu, Peloporkalimantan – PT Air Minum (PTAM) Bersujud sukses menutup rangkaian agenda In House Training bagi para operator Instalasi Pengolahan Air (IPA). Penutupan program peningkatan kapasitas ini dikunci dengan menggelar praktik lapangan langsung di unit IPA Sarigadung dan IPA PDAM Karang Bintang pada Kamis (9/7/2026).
Sebanyak 30 operator dari rupa-rupa unit PDAM di Kabupaten Tanah Bumbu diterjunkan langsung ke area teknis untuk mengamati kondisi objektif Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Selama peninjauan, para peserta ditantang melakukan survei kebutuhan daya, menghimpun data spesifikasi perpompaan, serta mengalkulasi kebutuhan mesin berdasarkan kondisi perpipaan riil di lapangan.
Salah seorang peserta asal PDAM Karang Bintang, Caturari Widodo, mengakui simulasi di area terbuka ini sangat mendongkrak pemahaman para operator dalam menyerap materi kelas. Lewat pengamatan langsung, para petugas garda terdepan ini menjadi lebih percaya diri dalam mendeteksi problem mekanis sekaligus menghitung kebutuhan daya pompa secara presisi.
Praktik lapangan ini merupakan puncak dari pelatihan intensif tiga hari yang dimulai sejak Selasa (7/7/2026) lalu di Hotel Grand Central Batulicin. Sepanjang pelatihan, puluhan peserta telah dicekoki materi fundamental mengenai dasar-dasar SPAM, teori hidrolika perpompaan, kriteria pemilihan mesin yang ekonomis, hingga bedah studi kasus pada Cabang Batulicin.
Agenda strategis ini sebelumnya dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur PTAM Bersujud, Dwi Dibyo Raharjo. Dibyo menegaskan, sebagai penyedia komoditas publik, perusahaan memikul beban moral untuk memastikan air bersih yang diproduksi senantiasa memenuhi tiga pilar utama, yakni kelayakan kualitas, kecukupan kuantitas, dan kontinuitas distribusi.
Manajemen PTAM Bersujud berharap suntikan keterampilan baru ini tidak berhenti sebagai pemenuhan dokumen pelatihan semata, melainkan wajib diimplementasikan secara konsisten di unit kerja masing-masing. Peningkatan kompetensi operator ini dibidik untuk memangkas potensi gangguan teknis, mendongkrak efisiensi energi, serta menjamin kelancaran pasokan air bersih ke pelanggan.








