Banjarbaru, Peloporkalimantan – Komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menekan angka pengangguran di wilayahnya terus membuahkan hasil nyata. Sebanyak 10 warga Banjarbaru dinyatakan lulus dalam program pelatihan dan sertifikasi satuan pengamanan (satpam) berstandar, di mana satu orang di antaranya bahkan telah berhasil langsung diserap oleh dunia kerja.
Lembar sertifikat kompetensi resmi tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Banjarbaru. Dalam wejangannya, Lisa berpesan agar para lulusan baru ini senantiasa menjaga profesionalisme, kedisiplinan, moralitas, serta kejujuran sebagai modal utama memenangkan kepercayaan perusahaan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumnaker) Kota Banjarbaru, Sartono, menjelaskan bahwa program strategis ini telah diinisiasi sejak tahun 2025 di era kepemimpinan Wali Kota Erna Lisa Halaby. Pada gelombang sebelumnya, pemkot telah melatih sekitar 40 peserta dan seluruhnya dilaporkan sukses terserap bekerja secara penuh di berbagai sektor industri.
Sartono menegaskan bahwa program ini dirancang berbasis kebutuhan riil pasar kerja dengan orientasi sertifikasi kompetensi formal. Pihak dinas akan terus memantau dinamika lowongan di lapangan agar jenis pelatihan yang diberikan ke depan selalu adaptif, tepat sasaran, dan efektif memotong rantai pengangguran daerah.
Peluang emas ini diamini oleh Direktur Utama PT Prima Sekuriti Indonesia, Sutarno, yang menyebut bahwa tingkat kebutuhan tenaga keamanan profesional di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah masih sangat tinggi. Pihaknya mengaku siap menyalurkan seluruh lulusan asal Banjarbaru ini ke berbagai sektor kerja potensial, mulai dari area perkantoran hingga kawasan perkebunan.
Salah satu peserta yang dinyatakan lulus, Widy, mengungkapkan rasa syukurnya atas program fasilitasi gratis yang diselenggarakan oleh Pemkot Banjarbaru ini. Selama satu minggu penuh, ia bersama rekan-rekannya digembleng secara intensif dengan berbagai materi krusial, meliputi teknik penggunaan borgol, bela diri Polri, hingga ketangkasan Peraturan Baris Berbaris (PBB).







