Tanah Bumbu, Peloporkalimantan – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menghadirkan layanan Perpustakaan Keliling (Pusling) untuk menyemarakkan jalannya penilaian Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Kehadiran armada literasi dinamis tersebut dipusatkan di Desa Sepakat, Kecamatan Mantewe, pada Selasa (23/6/2026).
Sejak awal dibuka, kendaraan operasional Pusling langsung menjadi magnet perhatian dan dikerumuni oleh puluhan anak-anak desa setempat yang tampak antusias berburu bahan bacaan. Pihak penyelenggara menyediakan beragam variasi koleksi pustaka, mulai dari buku cerita bergambar, buku pengetahuan umum, hingga aneka literatur edukatif yang ramah anak.
Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, mengapresiasi tinggi lonjakan minat baca anak-anak di kawasan pedalaman tersebut. Menurutnya, habituasi budaya literasi memegang peranan yang sangat fundamental dalam mengawal tumbuh kembang anak, terutama sebagai benteng proteksi mandiri di tengah derasnya paparan teknologi informasi.
Andi Irmayani memaparkan bahwa kehadiran layanan literasi yang diintegrasikan dengan agenda PAAREDI ini merupakan bentuk sinergi konkret. Melalui kolaborasi ini, penguatan pola asuh di dalam internal keluarga dikawinkan secara laras dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat stimulasi membaca sejak usia dini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani, menegaskan bahwa operasional Pusling merupakan bagian dari komitmen instansinya untuk memperluas pemerataan akses bahan bacaan hingga ke pelosok. Langkah jemput bola ini diharapkan dapat menghapus disparitas ketersediaan buku antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Inovasi penyediaan layanan pustaka lapangan ini juga mendapat atensi khusus dari Tim Verifikasi Lapangan TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan yang menyempatkan diri meninjau langsung ke lokasi. Melalui konsistensi pergerakan Perpustakaan Keliling ini, Pemkab Tanah Bumbu optimistis dapat mencetak generasi muda yang literat, berwawasan kritis, dan adaptif terhadap zaman.








