Bentengi Desa dari Budaya Asing, Mendes Yandri Susanto Puji Sistem Pendidikan Pesantren

Nasional, Peloporkalimantan – Keberadaan pondok pesantren di wilayah pedesaan dinilai memegang peran fundamental yang sangat krusial bagi kemajuan daerah. Bukan sekadar lembaga pendidikan agama biasa, pesantren dipandang sebagai pilar utama dalam membentuk karakter masyarakat desa sekaligus benteng moral bagi generasi muda.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, pada Minggu (14/6/2026). Menurutnya, lembaga pesantren memiliki kontribusi besar dalam memastikan kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa, terutama dari sisi karakter dan komitmen kebangsaan.

Mendes Yandri meyakini bahwa ketangguhan lembaga pondok pesantren sudah teruji sejak sebelum republik ini berdiri hingga sekarang. Di tengah derasnya arus modernisasi yang kini masuk ke pelosok desa, pesantren hadir menawarkan sistem pendidikan holistik yang menyeluruh.

Menteri asal Bengkulu Selatan ini menjelaskan, pengawasan intensif selama 24 jam di dalam pesantren dinilai efektif membekali ilmu para santri. Pola asuh ini juga ampuh membentengi pemuda desa dari pengaruh buruk budaya asing yang bertentangan dengan nilai agama.

Konsistensi pesantren dalam mendidik generasi muda di daerah untuk menghargai perbedaan dan menjauhi sikap intoleran juga diakui telah terbukti. Dedikasi luar biasa ribuan pondok pesantren dalam menjaga moralitas diklaim mampu melampaui lembaga pendidikan lainnya.

Mantan Wakil Ketua MPR RI ini berharap agar pesantren-pesantren di desa bisa terus adaptif dan relevan dengan kondisi zaman. Langkah inovasi ini penting demi memastikan nilai-nilai luhur dan moral umat tetap terjaga dari berbagai tantangan serta isu miring.

Apalagi secara historis, pesantren di daerah merupakan motor penggerak perjuangan yang kuat bagi bangsa Indonesia. Salah satunya terbukti lewat sejarah fatwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 di Surabaya, yang berhasil menggerakkan barisan santri pedesaan untuk membela Tanah Air.

Pernyataan ini disampaikan Mendes PDT saat mengunjungi Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka menghadiri Prosesi Wisuda Kelas Akhir Pondok Pesantren Amanatul Ummah.

Agenda strategis tersebut turut dihadiri oleh Pengasuh Ponpes KH. Asep Saifuddin Chalim, serta Bupati Mojokerto sekaligus Ketua Yayasan Ponpes Muhammad Al Barra (Gus Barra). Hadir pula mendampingi menteri, Staf Khusus Mendes PDT M. Afif Zamroni, serta Bupati Serang, Ratu Rachmatu Zakiyah.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar