Sekjen Kemlu Sebut Warisan Budaya Minangkabau Jadi Motor Utama Diplomasi Global

Nasional, Peloporkalimantan – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mendorong pemanfaatan kekayaan seni, budaya, dan literasi tradisional sebagai instrumen utama dalam memperkuat jalinan kolaborasi internasional. Sektor warisan intelektual dan budaya luhur Minangkabau dinilai memiliki daya tawar yang sangat kuat untuk menjadi jembatan diplomasi guna membangun saling pengertian global di tengah sengitnya dinamika geopolitik dunia saat ini. Penegasan strategis tersebut dipaparkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi, dalam forum seminar internasional bertajuk “100 Years of Jam Gadang: From Literacy to Legacy: Building Wealth, Peace and Sustainability Learning” yang dipusatkan di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat.

Denny Abdi menyoroti esensi krusial dari penguatan hubungan antarbangsa yang dibangun secara organik berbasis pengenalan akar budaya masing-masing negara. Atas dasar itu, pihak Kemlu menyatakan komitmen penuh untuk memfasilitasi Pemerintah Kota Bukittinggi dalam mengeskalasi hasil rekomendasi forum ke tingkat implementasi yang lebih konkret. Dalam keterangan resminya pada Kamis (11/6/2026), Denny memaparkan bahwa Provinsi Sumatra Barat sejatinya memiliki modalitas internasional yang sangat masif, mulai dari lanskap keindahan alam, keunikan adat, kuliner yang telah diakui dunia, hingga rekam jejak historis tokoh-tokoh pemikir besar bangsa yang lahir dari ranah Minang.

Aset diplomasi budaya yang menjanjikan ini terbukti sukses memikat atensi masyarakat internasional, yang tecermin dari melonjaknya angka partisipasi peserta pada ajang International Minangkabau Literacy Festival (IMLF). Jika pada penyelenggaraan tahun 2023 lalu festival ini hanya mampu menjaring keterlibatan 12 negara, maka pada edisi tahun 2026 ini grafik kepesertaan melesat tajam dengan kehadiran 193 delegasi resmi yang berasal dari 37 negara. Pertumbuhan eksponensial ini dipandang sebagai indikator tingginya ketertarikan dunia sekaligus pembuka pintu kerja sama baru di sektor pendidikan, konservasi, dan pertukaran pemuda.

Apresiasi senada juga dilayangkan oleh Ketua DPRD Kota Bukittinggi saat membuka jalannya seminar. Pihak parlemen menekankan arti penting kedudukan monumen Jam Gadang yang kini genap berusia satu abad dalam lintasan sejarah kemerdekaan Indonesia, sekaligus perannya sebagai ikon spasial yang menggerakkan roda pariwisata dan ekonomi kreatif lokal. Di samping mengulas diplomasi kebudayaan, rangkaian agenda IMLF juga disinergikan dengan penguatan sektor akademik pada Jumat (5/6/2026) melalui kuliah umum Sekjen Kemlu di hadapan 300 mahasiswa Universitas Andalas, yang dirangkai dengan penandatanganan MOU Pendirian Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB).

Sebagai wujud komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan, jajaran pejabat Kemlu bersama sekitar 100 delegasi internasional juga turun ke lapangan untuk melakukan aksi simbolis penanaman 1.000 pohon demi menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Bukittinggi. Seluruh rangkaian perayaan budaya dan literasi internasional ini kemudian ditutup secara meriah pada Minggu (7/6/2026) lewat agenda olahraga bertajuk “Jam Gadang Fun Run 2026”. Olahraga massal ini diikuti secara antusias oleh 2.000 peserta, termasuk di antaranya jajaran korps diplomatik luar negeri seperti Duta Besar Belanda, Vietnam, Bosnia dan Herzegovina, hingga Wakil Duta Besar Rwanda.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar