Wabup Gusti Rosyadi Elmi Instruksikan Pendampingan Maksimal bagi 88 Ibu Hamil di Batara

Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST) terus menabuh genderang perang terhadap ancaman stunting guna mencetak generasi masa depan yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Di bawah komando Bupati Samsul Rizal dan Wakil Bupati Gusti Rosyadi Elmi, pemerintah daerah terus menggenjot berbagai program preventif di tingkat akar rumput. Komitmen tersebut diwujudkan melalui agenda Sosialisasi, Rapat Koordinasi, dan Evaluasi Pencegahan serta Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan di Kecamatan Batara pada Kamis (11/6/2026).

Agenda strategis yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan HST bersama Puskesmas Batara dan Pemerintah Kecamatan Batara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi, yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten HST. Turut berhadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan dr. Desfi Delfiana, Camat Batara Julianur Syahdini, Kepala Puskesmas Ilung Saibatul Hamdi, unsur Forkopimcam, para kepala desa atau pembakal, hingga jajaran bidan desa serta kader PKK.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Gusti Rosyadi Elmi menegaskan bahwa strategi intervensi stunting yang efektif harus digerakkan dari sektor hulu. Artinya, kesiapan fisik dan mental harus disiapkan jauh sebelum masa pernikahan, khususnya melalui pemantauan ketat terhadap status kesehatan remaja putri dan calon pengantin. Pemberian edukasi kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi makro, serta distribusi suplemen vitamin penambah darah dinilai menjadi fondasi krusial agar para calon ibu memiliki modal kesehatan yang prima sebelum memasuki fase kehamilan.

Lebih lanjut, Gusti Rosyadi mengungkapkan data bahwa saat ini terdapat 88 ibu hamil yang terdata aktif di wilayah Kecamatan Batara. Merespons data tersebut, ia menginstruksikan kepada seluruh tenaga kesehatan dan bidan desa untuk melakukan pengawalan serta pendampingan eksklusif guna memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi ibu dan janin. Keberhasilan program ini ditegaskannya tidak boleh hanya bertumpu pada pundak sektor medis semata, melainkan menuntut peran aktif pihak keluarga dalam menyajikan makanan yang sehat, beragam, bergizi, seimbang, dan aman bagi ibu hamil maupun balita.

Di samping itu, Wakil Bupati meminta para pembakal di Kecamatan Batara untuk terus mengencangkan simpul koordinasi dengan pihak kecamatan dan Dinas Kesehatan, terutama dalam mengalokasikan dukungan dana desa untuk pemenuhan gizi kelompok rentan. Melalui konsistensi kerja keras yang dilandasi rasa keikhlasan dari tingkat desa hingga kabupaten, Pemkab HST optimistis sinergi lintas sektor ini mampu menekan angka stunting secara signifikan demi mewujudkan target zero stunting di seluruh wilayah Hulu Sungai Tengah.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar