Disdag HST Pastikan Penyaluran Bio Solar Subsidi Tepat Sasaran

Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Dinas Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah melakukan uji sampel distribusi Bio Solar di SPBU Mandingin dan SPBU Kasarangan, Jumat (8/5/2026) sore.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

Pengawasan melibatkan Polres Hulu Sungai Tengah serta Pertamina Patra Niaga wilayah Banjarmasin guna memastikan distribusi BBM subsidi di lapangan berjalan optimal.

Kepala Dinas Perdagangan HST melalui Kepala Bidang Pasar, Aris Waluyo, mengatakan petugas mengambil 25 sampel kendaraan di SPBU Mandingin dan tujuh sampel kendaraan di SPBU Kasarangan untuk dilakukan uji petik volume pengisian BBM.

“Hasil monitoring menunjukkan rata-rata pengisian Bio Solar masih sesuai dengan batas maksimum barcode kendaraan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rata-rata pengisian berada di angka 75 liter dan masih dalam ketentuan yang berlaku, sehingga distribusi dinilai berjalan normal tanpa kendala berarti.

Selain memeriksa volume pengisian, petugas juga melakukan verifikasi langsung kepada pengguna terkait jumlah BBM yang diterima. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan serta harga penjualan tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Dalam pengecekan di SPBU Kasarangan, petugas menemukan satu kendaraan yang diduga menggunakan nomor polisi ganda saat melakukan pengisian Bio Solar. Temuan tersebut masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait untuk penelusuran lebih mendalam.

Petugas juga mendapati sejumlah kendaraan yang belum memiliki barcode subsidi BBM sehingga tidak dapat melakukan pengisian. Tim Pertamina Patra Niaga kemudian membantu proses pengurusan barcode agar kendaraan tersebut dapat mengakses BBM subsidi sesuai ketentuan.

Sementara itu, stok BBM di SPBU Mandingin saat monitoring tercatat Bio Solar sebanyak 12.840 liter, Pertalite 8.000 liter, Pertamax 8.827 liter, dan Dexlite 5.461 liter.

Adapun stok di SPBU Kasarangan terdiri dari Bio Solar 8.000 liter, Pertalite 19.834 liter, Pertamax 15.595 liter, serta Pertamina Dex 4.430 liter.

Berdasarkan hasil monitoring, situasi di kedua SPBU terpantau aman dan tertib, dengan antrean kendaraan masih dalam batas wajar serta tidak ditemukan indikasi panic buying masyarakat.

Salah satu sopir truk sekaligus Koordinator PSTKB, Yayan, menyambut baik kegiatan monitoring tersebut. Menurutnya, pengawasan rutin dapat membantu menjaga stabilitas distribusi dan harga Bio Solar di lapangan.

Pihak kepolisian juga mengimbau pengelola SPBU agar terus meningkatkan pengawasan distribusi BBM subsidi sehingga penyalurannya tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar