Tanah Bumbu, Peloporkalimantan – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus mempercepat pemerataan akses internet dengan memetakan wilayah blankspot sebagai bagian dari transformasi digital daerah.
Upaya ini dilakukan melalui partisipasi dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Penanganan Blankspot se-Kalimantan Selatan yang digelar di Banjarmasin, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk menyamakan data, memperkuat sinergi, serta merumuskan langkah konkret dalam mengatasi wilayah yang belum terjangkau layanan digital.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfosp), Al Husain Mardani, menyampaikan bahwa rakor ini penting untuk menyusun aksi terukur dalam penanganan blankspot.
“Melalui kolaborasi berkelanjutan, kami berharap seluruh desa di Tanah Bumbu dapat segera menikmati akses internet yang merata,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, dari total 152 desa di Tanah Bumbu, sekitar 75 persen telah terbebas dari blankspot. Sementara itu, sisanya masih menghadapi keterbatasan akses internet yang menjadi fokus penanganan pemerintah daerah.
Selain di wilayah desa, persoalan blankspot juga ditemukan di jalur strategis seperti jalan bypass Tanah Bumbu–Banjarbaru yang membutuhkan perhatian khusus dalam penguatan jaringan.
Untuk mendukung perluasan konektivitas, pemerintah telah menghadirkan 221 titik Base Transceiver Station (BTS) serta 93 layanan dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital.
Forum ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah provinsi, kementerian, hingga penyedia layanan telekomunikasi. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan infrastruktur digital di Kalimantan Selatan, khususnya di Tanah Bumbu.
Dengan langkah pemetaan yang lebih akurat dan sinergi yang kuat, Pemkab Tanah Bumbu optimistis seluruh wilayah dapat segera terhubung dengan layanan internet, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.









