Tanah Bumbu, Peloporkalimantan – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir melalui aksi penanaman 6.600 bibit mangrove di Desa Muara Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu ini dilaksanakan di area seluas kurang lebih dua hektare, dengan melibatkan unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta masyarakat setempat.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penanaman mangrove merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.
“Penanaman mangrove ini merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi wilayah pesisir dari abrasi serta menjaga keseimbangan ekosistem laut. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan RI, Muhammad Zainal Arifin, Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu H. Hasanuddin, Sekretaris Daerah Yulian Herawati, serta vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji yang turut berbaur bersama masyarakat.
Muhammad Zainal Arifin menjelaskan, jenis mangrove yang ditanam seperti Rhizophora dan Avicennia memiliki ketahanan tinggi terhadap abrasi serta mampu memperkuat struktur tanah di kawasan pesisir. Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam mendukung program rehabilitasi hutan dan lahan.
“Keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya ditentukan oleh penanaman, tetapi juga perawatan berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat,” katanya.
Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir. Akar mangrove mampu meredam gelombang laut, mengurangi abrasi, serta melindungi garis pantai. Selain itu, kawasan ini menjadi habitat bagi berbagai biota laut seperti ikan, udang, dan kepiting yang menopang kehidupan masyarakat pesisir.
Selain manfaat ekologis, mangrove juga berkontribusi dalam penyerapan karbon untuk mitigasi perubahan iklim, serta membuka peluang ekonomi hijau melalui ekowisata dan perikanan berkelanjutan.
Kehadiran Kaka Slank turut memberi semangat, khususnya bagi generasi muda. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup.
“Alam itu bukan warisan nenek moyang, tapi titipan untuk anak cucu. Kalau kita jaga sekarang, mereka juga bisa menikmati,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap upaya pelestarian pesisir tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga mampu menginspirasi daerah lain dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.









