Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan –Rencana pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Murakata Agro Pangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) semakin mendekati realisasi. Pada tahun 2026, pemerintah daerah bersama DPRD HST sepakat menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pendirian BUMD tersebut sekaligus menyertakan modal awal sebesar Rp10 miliar.
Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten HST, Hasan Zidni, mengatakan pendirian BUMD Murakata Agro Pangan menjadi salah satu program prioritas daerah, khususnya di sektor agro, pangan, dan energi. Menurutnya, BUMD ini dirancang tidak hanya sebagai formalitas kelembagaan, tetapi diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Hasan menjelaskan, keberadaan BUMD Murakata Agro Pangan juga ditujukan sebagai instrumen pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, terutama pada komoditas pangan strategis. Melalui BUMD tersebut, petani diharapkan tidak hanya menjual gabah atau hasil panen mentah, tetapi dapat menikmati nilai tambah melalui pengolahan dan jaringan distribusi yang lebih kuat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan HST, Irfan Sunarko, menyampaikan bahwa pendirian BUMD pangan akan mempermudah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga di pasar. Ia menilai, BUMD memiliki fleksibilitas kerja yang lebih luas dibandingkan perangkat daerah, terutama dalam hal pembelian komoditas dan pengelolaan usaha.
Irfan menambahkan, kehadiran BUMD Murakata Agro Pangan berpotensi mendorong lahirnya usaha-usaha baru yang dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak. Kerja sama tersebut dapat melibatkan petani, kelompok tani, hingga koperasi yang ada di daerah.
Menurutnya, dampak jangka panjang dari pendirian BUMD ini diharapkan mampu berkontribusi terhadap pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, seiring dengan tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis pangan dan pertanian.









