Banjir Lama Belum Surut, Pemkab HST Rencanakan Normalisasi Sungai di Kayu Rabah

Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal meninjau langsung lokasi banjir yang masih merendam Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan, Sabtu (10/1/2025). Peninjauan dilakukan menyusul genangan air yang telah berlangsung sekitar 20 hari dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Dalam kunjungan tersebut, Samsul Rizal didampingi Wakil Bupati Gusti Rosyadi Elmi serta Ketua Komisi I DPRD HST Yajid Fahmi. Untuk mencapai permukiman warga, rombongan harus berjalan kaki menembus genangan air setinggi lutut orang dewasa.

Meski kondisi di lapangan cukup berat, Bupati tetap menyempatkan diri menyapa warga, berdialog langsung, serta menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat terdampak.

Samsul Rizal mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi riil banjir sekaligus menyerap aspirasi dan kebutuhan warga yang terdampak cukup lama. Ia menegaskan pemerintah daerah ingin memastikan penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan dan masukan masyarakat, terdapat sejumlah titik rawan yang memerlukan penanganan segera. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah merencanakan peninggian badan jalan serta normalisasi sungai yang melintasi Desa Kayu Rabah sebagai solusi jangka menengah.

Menurutnya, peninggian jalan diperlukan agar akses warga tetap dapat dilalui saat banjir, sementara normalisasi sungai diharapkan mampu memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan berkepanjangan.

Samsul Rizal menegaskan komitmen Pemkab HST untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana. Ia menekankan pemerintah daerah menginginkan solusi berkelanjutan, bukan sekadar penanganan sementara, agar banjir serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Desa Kayu Rabah Jusnan Gunanto mengungkapkan banjir telah melumpuhkan hampir seluruh aktivitas warga. Ia menyebut sebanyak 170 kepala keluarga terdampak, dengan kondisi genangan yang bertahan sekitar 20 hari tanpa surut.

Ia berharap rencana perbaikan infrastruktur, khususnya peninggian jalan dan normalisasi sungai, dapat segera direalisasikan. Menurutnya, bantuan sembako sangat membantu warga, namun solusi jangka panjang tetap menjadi harapan utama masyarakat agar kehidupan dapat kembali normal dan risiko banjir berulang dapat diminimalkan.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar