Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, menegaskan pentingnya ketepatan data dalam penanganan warga terdampak banjir agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Bupati dengan menginstruksikan Dinas Sosial Kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat guna melakukan verifikasi dan sinkronisasi data korban banjir.
Menurutnya, validasi data menjadi langkah krusial untuk mencegah terjadinya tumpang tindih maupun kekeliruan penerima bantuan, khususnya bantuan sembako yang dibutuhkan masyarakat terdampak.
Bupati Samsul Rizal menegaskan proses verifikasi harus dilakukan secara cepat dan akurat agar seluruh warga yang terdampak banjir dapat segera menerima bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah juga mulai menyiapkan langkah antisipatif jangka menengah guna meminimalkan risiko banjir di masa mendatang. Salah satu upaya yang direncanakan yakni normalisasi dan pengerukan sungai untuk memperlancar aliran air serta mengurangi potensi genangan.
Sebagai bentuk kepedulian, pada Sabtu (3/1/2026) Bupati Samsul Rizal turun langsung meninjau lokasi banjir di Kecamatan Labuan Amas Utara. Dalam peninjauan tersebut, Bupati mengunjungi sejumlah desa terdampak, di antaranya Desa Sungai Buluh, Desa Rantau Bujur, dan Desa Mantaas.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun pemerintah daerah, lebih dari 500 warga di Kecamatan Labuan Amas Utara terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan sungai.
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan, mempercepat proses penyaluran bantuan, serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan agar aktivitas dan kehidupan masyarakat dapat segera kembali normal.









